Awalnya saya kira proses pembatalan tiket kereta harus dilakukan langsung di stasiun. Ternyata ada pilihan pembatalan melalui aplikasi Access by KAI. Saya mencoba membuka aplikasi, kemudian masuk ke bagian tiket perjalanan yang sudah dipesan sebelumnya. Setelah menemukan tiket yang ingin dibatalkan, saya melihat informasi pembatalan dan membaca beberapa ketentuan yang muncul. Lumayan mudah sebenarnya, cuma memang harus teliti supaya tidak salah mengambil keputusan.
Hal pertama yang saya perhatikan adalah biaya pembatalan. Ternyata uang tiket tidak selalu dikembalikan secara penuh karena ada potongan sesuai aturan yang berlaku. Untuk pembatalan atas permintaan pelanggan, potongannya umumnya sebesar 25% dari tarif tiket di luar bea pesan. Awalnya agak kecewa juga karena berharap uang bisa kembali semuanya, tetapi mau bagaimana lagi, memang sudah ada ketentuan dari pihak KAI. Setidaknya masih ada sebagian dana yang bisa diterima kembali daripada tiket tidak digunakan sama sekali.
Saya juga sempat mencari tahu apakah refund KAI Access bisa dilakukan beberapa jam sebelum keberangkatan. Setelah membaca ketentuannya, ternyata ada batas waktu pengajuan pembatalan. Jadi, pelanggan tidak bisa sembarangan mengajukan refund ketika sudah mendekati jadwal kereta. Sebaiknya kalau memang sudah yakin tidak jadi berangkat, langsung periksa pilihan pembatalan di aplikasi atau tanyakan kepada petugas KAI agar tidak terlambat.
Bagian yang paling membuat saya penasaran tentu saja proses pengembalian uangnya. Setelah pengajuan pembatalan selesai, saya ingin tahu apakah dana langsung masuk atau harus menunggu beberapa hari. Berdasarkan ketentuan KAI, proses pengembalian dana dapat membutuhkan waktu hingga 7 hari setelah pembatalan berhasil. Jadi, jangan heran kalau uang belum langsung terlihat di rekening atau metode pembayaran yang digunakan. Saya rasa pelanggan memang perlu sedikit bersabar sambil memastikan status refund sudah sesuai.
Ada satu hal yang menurut saya jangan sampai dilewatkan, yaitu menyimpan bukti pembatalan. Walaupun proses sudah selesai, lebih baik informasi tersebut tetap disimpan sebagai pegangan. Kalau ternyata uang belum kembali setelah melewati estimasi waktu, bukti pengajuan bisa membantu ketika menghubungi layanan pelanggan KAI. Jangan asal menghapus riwayat atau informasi tiket sebelum semuanya benar-benar beres.
Menurut saya, adanya fitur refund di KAI Access cukup membantu pelanggan yang mengalami perubahan jadwal atau batal melakukan perjalanan. Tidak semua orang bisa selalu berangkat sesuai rencana karena terkadang ada urusan keluarga, pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya. Dengan adanya fasilitas pembatalan, setidaknya pelanggan masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengembalian sebagian biaya tiket.
Dari pengalaman ini saya jadi lebih memperhatikan jadwal perjalanan sebelum membeli tiket kereta. Bukan berarti takut membeli tiket, tetapi lebih baik memastikan tanggal keberangkatan memang sudah sesuai dengan rencana. Kalau memang harus membatalkan, jangan menunggu terlalu lama dan pastikan semua persyaratan sudah dipenuhi. Buat saya, refund KAI Access cukup membantu karena prosesnya bisa diakses melalui aplikasi dan tidak perlu bingung mencari cara pembatalan dari awal.